Sambak Online merupakan Jaringan Internet swadaya yang dirintis dan dikelola oleh pegiat dan relawan TIK yang ada di Desa Sambak Kecamatan Kajoran Magelang. Dimulai sejak tahun 2012. Kemudian sekitar tahun 2014 mulai kerjasama dengan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Sambak sampai sekarang.

Tampilkan postingan dengan label BERITA KOMUNITAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA KOMUNITAS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Desember 2015

Kampung Internet Swadaya (NET.TV)

Kampung Internet swadaya berbagi jaringan internet kepada warga ataupun lembaga yang ada di Desa sambak dan sekitarnya. Pengelolaan berbasis komunitas, bukan orientasi bisnis semata. Hasil patungan bulanan sepenuhnya untuk bayar biaya bulanan kepada penyedia jasa Internet. Selebihnya untuk operasional dan perawatan alat.


Selasa, 19 November 2013

Warga Sambak Panik Karena Hujan Es dan Angin Kencang Disertai Petir

KAB MAGELANG - Warga Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang tampaknya kudu terus waspada. Baru selang sehari hujan deras disertai angin kencang mengacak-acak Dusun Mulwo dan Dusun Sidosari di Desa Wuwuharjo, giliran Dusun Sambak II, Desa Sambak terkena dampak cuaca ekstrim.

Rumah-rumah penduduk di Dusun Sambak II dihujani es, Selasa (5/11/13) sekitar pukul 15.00 WIB. Yang bikin panik warga, hujan es tersebut juga dibarengi angin kencang dan kerasnya suara petir.

"Bunyi es yang jatuh di atap kedengaran jelas", kata Siti, warga RT 3 RW 2 Dusun Sambak II. Hujan es dan angin kencang yang berlangsung sekitar 20 menit itu, membuat genteng-genteng beberapa rumah melorot.

"Esnya sebesar kancing baju", kata Karnah, warga Dusun Sambak II lainnya. Setelah hujan dan angin berhenti, warga langsung membereskan atap-atap rumah mereka yang rusak.

Sehari sebelumnya, yakni pada Senin (4/11/13) sekitar pukul 15.00 WIB, hujan deras dan angin kencang merusak sedikitnya 70 rumah di Dusun Sidosari dan Dusun Mulwo, Desa Wuwuharjo, Kajoran.

Sebuah musholla di di RT 003 RW 01 Dusun Sidosari tertimpa dahan pohon duku. Selain banyak pohon tumbang, areal pertanian pun tak luput dari amukan angin yang disertai hujan deras itu. Aliran listrik padam.
Sebelumnya, Rabu (30/10/13) sore, angin puting beliung lebih dulu menyapu Kecamatan Kajoran, tepatnya di Dusun Gendol, Desa Sukomakmur. Lesus merusak sedikitnya 14 bangunan tempat tinggal warga. Tiga diantaranya rusak berat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang sudah jauh hari mengeluarkan peringatan, bahwa Kajoran merupakan salah satu kecamatan yang rawan terhadap bencana puting beliung, juga tanah longsor.

Selain Kajoran, bencana-bencana tersebut juga patut diwaspadai oleh warga yang bermukim di Kecamatan Kaliangkrik, Pakis, Borobudur, Bandongan, Salaman, Sawangan, Windusari dan Tempuran.

Melongok Desa Internet di Magelang

MAGELANG - Keberadaan teknologi internet yang mudah memang banyak memberi manfaat bagi masyarakat. Apalagi jika internet yang bisa diakses oleh masyarakat hingga sampai ke pedesaan.

Seperti internet yang dikelola oleh Radio Komunitas Suara Kampung Pintar (SKPFM) Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Sejak setahun belakangan, akses internet yang diberi nama RT/RW Net itu telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Kendati hanya berawal dari modal semangat para pengelolanya, namun sekarang sudah berjalan cukup baik.

Warga bisa menikmati akses internet dengan mudah dan murah tanpa perlu jauh-jauh pergi ke warung internet (warnet) yang berjarak sekira 3,5 kilometer bahkan lebih dari Desa Sambak.

“Kami menggunakan konsep Wi-Fi (Wireless Fidelity) atau jaringan nirkabel, warga bisa menikmati akses internet dari rumah masing-masing,” jelas Muhammad Ainur Rofiq, salah satu pengurus di Radio SKP FM, Kamis (26/9/2013).

Dijelaskan Rofiq, butuh upaya agar Desa Sambak bisa terkoneksi dengan internet. Mengingat letak geografis yang banyak pepohonan dan topografi tanah yang cenderung tidak rata. Namun hasilnya, dalam radius 50-400 meter menggunakan laptop waga bisa menerima akses internet gratis.

“Untuk jangkauan dan kecepatan memang belum maksimal karena kontur geografisnya cenderung berbukit-bukit dan banyak pepohonan. Namun ke depannya akan ditambah lebih banyak lagi perangkat acces point di beberapa titik sebagai penguat sinyal,” urai Rofiq.

Tidak hanya para pelajar yang bisa memanfaatkan akses RT/RW net ini, bahkan pemerintah desa setempat, petani, pedagang juga membutuhkan akses internet untuk mendapatkan segala informasi dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, pihaknya berharap ada dukungan dari berbagai piha mengingat selama ini masih diakukan secara swadaya oleh pengelola.

Kepala Desa Sambak, Dahlan mengungkapkan apresiasinya terhadap karya para pemuda Desa Sambak. Sebab, tidak bisa dipungkiri di era saat ini, hampir semua bidang membutuhkan internet, untuk memperoleh informasi dengan mudah, termasuk informasi-informasi terkait pembangunan.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung adanya internet masuk desa ini. Namun tentunya juga harus dibarengi dengan filter dan sosialisasi tentang internet sehat agar warga menggunakan internet secara bijak,” ucap Dahlan.

Hal senada juga diungkapkan, Amron Muhzawawi, seorang pengusaha keripik di Desa Sambak yang mengaku sangat terbantu dengan adanya jaringan RT/RW net yang bisa diakses dengan mudah. Terutama mempermudah dalam pemasaran dan promosi.

“Di era teknologi informasi seperti sekarang ini internet menjadi sangat penting untuk media promosi dan komunikasi. Di samping itu, pengenalan produk bisa sangat mudah dengan memanfaatkan berbagai situs jejering sosial yang ada,” ujar Amron.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2013/09/26/1544522/Melongok.Desa.Siber.di.Magelang

Sabtu, 09 Februari 2013

DPS Desa Sambak Mencapai 1796 Orang


MAGELANG (SambakOnline). Daftar Pemilih Sementara (DPS) Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang mencapai 1796 orang. Terdiri dari laki-laki 875 orang dan perempuan 921 orang. Adapaun sebaran di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebagai berikut; TPS I 453, TPS II 507, TPS III 374, TPS IV 462. Selanjutnya DPS tersebut akan dipasang ditempat-tempat strategis mulai tanggal 9 februari  sampai 1 Maret 2013 agar ditanggapi oleh masyarakat.

Demikian hasil dari pleno yang di hadiri oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS), Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) pada Jum’at (08/02/2013).

Menurut Darsin, Ketua PPS Desa Sambak mengatakan  tidak ada kendala yang berarti dalam proses pemutakhiran data. Kalaupun ada, itu sifatnya sangat teknis dan sudah bisa teratasi.

“Tidak ada kendala yang berarti, semua berjalan dengan lancar. Kalaupun ada masalah sedikit, itu terkait dengan hal teknis dan alhamdulillah sudah terselesaikan”. Ujarnya.

Darsin juga meminta kepada masyarakat untuk menanggapi dan memberi masukan tanggapan dan masukan setelah DPS di tempel pada tempat-tempat strategis. Hal ini bertujuan agar jangan sampai ada warga yang sudah memiliki hak pilih pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) nanti yang tidak terdata.

Sesuai dengan jadwal tahapan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Tengah, Pilgub Jateng untuk periode 2013-2017 akan dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2013. Adapaun Proses tahapannya, sudah dimulai sejak bulan desember 2012 lalu. (fiq)

Jumat, 11 Januari 2013

KPU Kabupaten Magelang Kerahkan 2380 PPDP


Kota Mungkid - KPU Kabupaten Magelang mengerahkan  2.380 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) untuk melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) terhadap 1.065.990 jiwa  Penduduk  Potensial Pemilih Kabupaten Magelang yang merupakan Bahan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilgub Jateng Tahun 2013.

“ Proses Coklit itu sudah dimulai sejak 6 Januari  dan akan berakhir 4 Februari 2013 mendatang. Tugas PPDP membantu PPS dalam kegiatan Coklit” Ungkap Ahmad Majidun, ketua KPU Kabupaten Magelang  yang juga membidangi divisi pemutakhiran data pemilih.

Secara riil, kegiatan Coklit adalah PPS dibantu PPDP mendatangi rumah penduduk yang masuk  Daftar Pemilih Sementara. PPDP mencatat pemilih yang didatangi apakah Memenuhi Syarat (MS) sebagai pemilih atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Ketentuan MS, diantaranya bila pemilih  telah berumur 17 tahun/lebih; belum 17 tahun tetapi sudah menikah; Bukan TNI/POLRI. Sementara pemilih TMS, bila saat dicoklit nyata-nyata sedang terganggu jiwanya; sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap; telah meninggal dunia dan telah pindah domisili.

Setelah melakukan coklit, PPDP wajib menyerahkan tanda bukti terdaftar sebagi pemilih dengan menggunakan Formulir Tanda Bukti Terdaftar Sebagai Pemilih (Form Model A.3.3-KWK.KPU) dan menempelkan sticker  Telah Terdaftar untuk masing-masing Kepala Keluarga (KK).

Dikatakannya, pemutakhiran data pemilih pilgub Jateng 2013 sedikit berbeda dengan Pilgub 5 tahun lalu. Kali ini proses pemutakhiran data pemilih didukung  sistem data berbasis website milik KPU Propinsi Jawa Tengah yang disebut “ si indi jateng” atau Sistem Informasi Data Pemilih Jawa Tengah.

Nantinya PPDP setiap minggu melaporkan hasil coklit kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) . Petugas PPS  inilah yang harus menginput data penduduk hasil coklit kedalam aplikasi excel Siindijateng.”Memang perlu ketelitian dan kehati-hatian ekstra tinggi, karena bila salah sedikit saja dalam meng-input nama pemilih atau alamat pemilih, sistem excel Siindijateng akan mendeteksi lain,” terang Majidun.(***/Red)

Sumber: KPU Kab.Magelang

Sabtu, 24 November 2012

LPM “Tidar 21” UMM Menggelar Diksar di Sambak


MAGELANG. Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) “Tidar 21” Universitas Muhammadiyah Magelang menggelar Pendidikan Dasar (Diksar) di Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang. Sebanyak kurang lebih 38 Mahasiswa dari berbagai Jurusan ikut dalam Diksar ini. Rencananya, Diksar akan dilaksanakan 23-25 November 2012. Adapun tema yang diusung adalah”Kritisisme Dalam Profesionalitas Organisasi”.

Muhammad Syaifudin, Ketua LPM “Tidar 21” UMM mengatakan tujuan diadakannya Diksar ini adalah untuk membekali peserta agar mempunyai kemampuan dasar dalam bidang jurnalistik, fotografi dan film. Disamping itu, kegiatan diksar ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap kritis mahasiswa sebagai salah satu agen perubahan.

“Tujuan dari diadakannya diksar ini adalah untuk membekali peserta tentang dasar-dasar jurnalistik, fotografi dan film. Disamping itu juga untuk menumbuhkan sikap kritis dan profesionalitas dalam sebuah organisasi.” Katanya.

LPM UMM sendiri mempunyai tiga divisi antara lain, divisi jurnalistik, divisi fotografi dan film. “setelah tadi malam teori materi tentang fotografi, rencananya pagi ini (24/11) kita akan hunting foto keliling kampung kemudian setelah itu akan kita review bersama-sama”. Pungkasnya.

Diksar yang mengambil tempat di komplek SMP Muhammadiyah Sambak ini, dibuka sekitar pukul  16.30 wib. Kendati sempat diguyur hujan, para peserta tetap antusias datang kelokasi acara.

Muhammad Ainur Rofiq, dalam sambutannya mewakili tuan rumah mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menjadi ajang bertukar ilmu pengetahuan tentang dasar-dasar jurnalistik.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menjadi ajang tukar pengetahuan dan  menambah khasanah keilmuan tentang dasar-dasar jurnalistik.” Kata Dia. (an)

Kamis, 15 November 2012

Forum Pemuda Desa Sambak Akhirnya Terbentuk


MAGELANG - Forum Pemuda Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang akhirnya terbentuk. Pertemuan yang di hadiri oleh sekitar 30-an Pemuda dari perwakilan masing-masing dusun tersebut bertempat di aula Balai Desa Sambak kamis (15/11/2012). Meski demikian, perwakilan pemuda dari salah satu dusun absen dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan ini sebagai awal kegiatan pemuda yang ada di Desa Sambak. Karena kegiatan pemuda secara kelembagaan di Desa Sambak sudah lama vakum. Meski masing-masing pemuda di masing-masing dusun sudah ada kegiatan sendiri-sendiri, tapi itu hanya bersifat lokal dusun yang bersangkutan.

“Mudah-mudahan ini menjadi awal terbentuknya forum kegiatan pemuda yang ada di Desa Sambak karena memang selama ini terlihat vakum secara kelembagaan. Diharapkan setelah ini juga ada tindak lanjut. Disamping itu, dukungan dari pemerintah Desa (pemdes) juga sangat diperlukan.” Ujar Agung Aryono, salah satu pemrakarsa acara dari Himpunan Pemuda Dusun Punduhan.

Kemudian Danu Utomo, perwakilan dari Dusun Sambak 1 mengatakan, kalau pertemuan seperti ini tidak cukup hanya satu kali saja. Mengingat sebenarnya potensi pemuda yang ada di Desa Sambak sangat beragam. Forum ini salah satunya untuk mewadahi potensi-potensi tersebut dan kemudian disalurkan ke hal-hal yang lebih postif. Acara yang di inisiasi oleh Himpunan Pemuda Punduhan Ini memang layak di apresiasi.

“Memang sebaiknya pertemuan ini tidak cukup hanya sekali ini saja, karena potensi yang bisa dikembang Pemuda ini banyak sekali. Disamping itu untuk menyalurkan kegiatan-kegiatan yang lebih postif. Acara yang di inisiasi oleh pemuda Punduhan ini memang patut kita apresiasi." Kata Dia.

Acara yang juga di hadiri oleh perwakilan pemuda, perangkat desa dan kepala dusun se-desa Sambak tersebut di mulai sekitar pukul 10.00 wib akhirnya menghasilkan beberapa kesepakatan. Satu diantaranya Forum Pemuda ini sebagai pengganti  Lembaga Persatuan Pemuda (LPP) yang pernah ada namun vakum.

"Dengan ini, Forum Pemuda Desa Sambak resmi terbentuk sebagai pengganti kepengurusan LPP yang selama ini vakum. Meskipun tidak dihadiri pengurus lama." Ujar Dahlan, Kepala Desa Sambak dalam tanggapannya.

Kepala Desa Sambak yang sedianya akan membuka acara tersebut akhirnya diurungkan mengingat waktu sudah cukup siang. Akhirnya, pembukaan acara minus kepala desa dikarenakan kepala desa terlambat hadir karena ada kepentingan lain. (***)

Minggu, 04 November 2012

Radio SKP FM Gelar Nonton Bareng Film Linimassa 2


MAGELANG - Radio Suara Kampung Pintar (SKP FM) menggelar nonton bareng (nobar) layar lebar Film Linimassa 2 yang serentak diputar dilebih 50 titik se-Indonesia pada sabtu (3/11/2012). Dimulai nobar pertandingan Liga Inggris antara Manchester United melawan Arsenal yang kebetulan juga sudah ditunggu para pecinta bola. Setelah itu baru Film Linimassa 2 diputar. Bertempat di halaman SMP Muhammadiyah Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang. Tak kurang sekitar puluhan orang nampak memadati acara tersebut.

“Sebenarnya  acara utama adalah nonton bareng Film Linimassa 2 yang memang serentak di putar perdana di seluruh Indonesia. Namun kebetulan ada pertandingan yang ditunggu-tunggu para pecinta bola Liga Inggris yakni antara Manchester United vs Arsenal. Ya sudah akhirnya sekalian saja.” Ujar As’ad Toha, salah seorang panitia yang juga penyiar Radio SKP FM.

Meski dibayang-bayangi mendung dan sempat diguyur hujan, tak menyurutkan animo penonton yang datang. Ketika hujan mengguyur panitiapun langsung berinisiatif memindahkan peralatan ke parkiran depan studio Radio yang memang aman dari hujan.

“Memang kalau mengadakan acara di luar ruangan saat-saat sekarang dibayangi hujan karena memang sudah musimnya. Namun kita sudah sediakan tempat alternatif meski lebih sempit untuk antisipasi jika turun hujan.” Tambahnya.

Acara tersebut dimulai sekitar pukul 19.45 wib dan penonton berangsur-angsur pulang pada sekitar pukul 22.30 wib. (cus)

Sabtu, 03 November 2012

Belasan Pemuda Sambak Berkumpul Bahas Pemanfaatan Internet dan Sosial Media


MAGELANG - Sekitar 19 orang pemuda berkumpul di parkiran Radio Komunitas Suara Kampung Pintar (SKP FM) Minggu (12/08/2012). Mereka berkumpul dalam Sarasehan dan Buka bersama yang di selenggarakan bersama oleh Radio Komunitas SKP FM, Forum Masyarakat Sambak (grup faceebok), dan PRPM Sambak. Acara yang mengusung tema "Jurnalisme Warga dan Pemanfaatan Sosial Media untuk Perubahan Sosial" ini ternyata di sambut baik oleh beberapa pihak.

Diusungnya tema tersebut dalam acara ini tak lain dan tak bukan adalah karena semakin banyaknya pengguna Internet dan Sosial Media di Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang. Disamping itu adanya pemahaman dan pemanfaatan Sosial Media ini diharapakan agar bisa saling tukar informasi secara terus-menerus serta digunakan untuk hal yang lebih positif.

Amron Muhzawawi, editor Harian Magelang Ekspres yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan, pertemuan seperti ini harus sering di adakan mengingat manfaat yang di dapat. Kalau bisa kedepannya lebih berbicara tentang hal teknis seperti pelatihan menulis, pembuatan blog dan lain sebagainya.

“Kedepannya harus membahas yang lebih teknis, seperti pelatihan menulis bagi warga, pembuatan blog dan “kampanye” pemanfaatan internet secara sehat. Saat ini kan baru membahas wacana secara umum, kalau kedepannya membahas yang lebih teknis akan lebih baik.” Kata dia.

Saat ini banyak kalangan pelajar dan anak muda menggunakan internet hanya sebatas untuk iseng-seng saja, belum di manfaatkan untuk hal-hal yang lebih bernilai. Padahal jika di manfaatkan untuk bisnis misalnya, ini akan sangat efektif.

“Saya menawarkan “Sutelo” keripik singkong pedas itu awalnya juga dari facebook, dan ternyata tanggapan dari teman-teman di faceebok luar biasa. Ini kan hanya salah satu contoh saja sebenarnya.” Pungkasnya.

Berbeda lagi yang di lakukan Danang Rosid, Danang memanfaatkan salah satu jejaring sosial facebook untuk mendapatkan informasi beasiswa. “Saya pernah bergabung dalam sebuah grup di Facebook yang berkaitan dengan Informasi program-program beasiswa dan ini sangat membantu”.Ujar Lulusan Teknik Elektro Universitas Indonesia ini.

Dalam acara tersebut juga membahas tentang Internet Masuk Desa dengan konsep RT/RW net atau jaringan Internet nirkabel. Gagasan yang di usung oleh beberapa pegiat Radio Komunitas SKP FM di sambak ini ternyata mendapat tanggapan yang positif mengingat sisi manfaat yang didapat namun dengan biaya yang relatif lebih murah.

“Langkah awal untuk membangun RT/RW net ini bisa dimulai dari tim kecil yang selanjutnya membuat proposal kemudian di tawarkan kepada calon pengguna. Agar calon pengguna minimal punya gambaran apa dan bagaimana sebenarnya sistem dan kebutuhan yang diperlukan. Dan tentunya pemerintah Desa juga harus dilibatkan.” Kata Danu Utomo, salah satu penyiar Radio SKP FM yang juga aktif di Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). (skpfm)

Kamis, 25 Oktober 2012

Merubah Pola Pikir Modal Desa Mandiri

Partisipasi warga dalam mewujudkan kemandirian sebuah desa menjadi penentu utama namun pola pikir masyarakat secara menyeluruh akan bisa lebih menjadi pijakan gerakan sebuah kampung untuk merubah keadaan. Seperti hari ini (24/10/2012) Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara sedang berusa memulai gerakan kemandirian tersebut. Kegiatan gerakan desa mandiri yang didukung oleh Bappeda Banjarnegara dan relawan Kelas Warga ini diiikuti oleh sekitar 20 orang yang terdiri dari unsur PKK, Pamong Praja, Pendidik dan Karang Taruna.

“Desa mandiri dimulai dari cara kita berpikir”, tutur Budhi Hermanto disela-sela sesi kegiatan yang ditujukan untuk analisis sosial pada hari ini. Penggalian gagasan dimulai dengan diskusi kelompok untuk menelorkan ide dan keinginan Desa Giritirta dalam memulai perubahan. Proses diskusi kali ini menarik karena separuh peserta forum adalah perempuan sehingga banyak program yang berkaitan dengan ekonomi dan rumah tangga menjadi prioritas, disamping banyak pula ide tentang optimalisasi sumber daya manusia.

“Kita harus bisa menjadi pelaku, bukan menjadi penonton yang hanya mengkruk-mengkruk dirumah”, jelas Nining dalam presentasi hasil diskusi. Kebutuhan warga akan sosok pemimpin yang jujur, adil dan ramah di segala lini juga menjadi permintaan khusus yang disampaikan pendidik di sebuah SD ini.

Mewujudkan desa mandiri bukan hal yang tidak mungkin tapi ‘sangat’ mungkin. “Tidak ada bayi yang lahir langsung bisa bicara kecuali Nabi Musa AS”, teriak Budi menyemangati forum. Semua akan bisa mungkin jika kita mau dan berkehendak melalui prosesnya.

Kegiatan kedua setelah Desa Bojanegara ini akan diupayakan menjadi trigger (pemicu, red) bagi desa lain untuk bergerak, banyak bercerita dan tidak menjadi ‘penunggu’ keajaiban apalagi kucuran dana dari pemerintah. Pemanfaatan media internet melaui website hanya salah satu upaya untuk kita mengenalklan diri secara global. (nurmans-shakti)
Sumber:  www.jrkjateng.org

Selasa, 18 September 2012

Jathilan Ramaikan Peringatan HUT Kemerdekaan RI di Desa Sambak

MAGELANG - Kesenian Jathilan ramaikan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-67 di Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang, Minggu (16/09/2012). Ada empat kelompok jathilan yang ikut memeriahkan. Keempat kelompok jathilan tersebut 2 diantaranya berasal dari Desa Sambak sendiri yakni "Anjani Putro" dari Sambak 2 dan "Rekso Mudo Budoyo" dari Jarakan Timur. Kemudian 2 lainnya berasal dari Sidomulyo salaman, dan Bonjok Wuwuharjo Kajoran. Pementasannya pun tersebar di beberapa tempat, antara lain di dusun sambak 1, dusun Jarakan Barat, dusun Sindon dan Dusun Miriombo.

Sebelum pementasan berlangsung, upacara bendera dilakukan secara sederhana. Kemudian di lanjutkan pawai karnaval yang diikuti berbagai lembaga pendidikan maupun dusun-dusun yang ada di Desa Sambak. Pasukan bendera merah putih berada di paling depan, kemudian di susul Pasukan Drum Band dari MI AL-Iman Sambak, Drum Band dari SMP Muhammadiyah Sambak dan paling belakang konvoi sepeda motor.

Kendati berlangsung secara sederhana dan tanpa persiapan yang matang, namun cukup menghibur warga di Desa Sambak dan sekitarnya. “Harusnya tahun depan harus dipersiapkan lebih matang lagi agar tambah meriah. Ini kan setahun sekali dalam rangka memperingati HUT RI, jadi harusnya masyarakat lebih kompak dan pemerintah Desa juga harusnya lebih mengakomodir acara seperti ini.” Ujar salah seorang warga di antara kerumunan penonton.

Seperti diketahui, warga masyarakat Desa Sambak memang sudah menunggu-nunggu perayaan HUT kemerdekaan RI ke-67 tahun ini. Karena Desa-desa tetangga disekitar Desa Sambak sudah terlebih dahulu menggelarnya. Namun, sepertinya belum ada kesiapan pemerintah Desa dengan alasan berbenturan waktu dengan puasa dan lebaran. Akhirnya, perayaan HUT kemerdekaan RI ke-67 tahun ini dilakukan tanpa persiapan yang matang dan baru diselenggarakan di pertengahan bulan September tahun ini. (ms)

Senin, 10 September 2012

Internet Desa Sambak Mulai Terealisasi


MAGELANG - Internet Desa Sambak yang di gagas oleh Radio Komunitas Suara Kampung Pintar (SKPFM) Sudah terealisasi di Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang. Sehingga warga bisa menikmati akses internet dengan mudah dan murah. Mudah dan murah karena tidak perlu jauh-jauh pergi ke warung internet (wanet) yang paling dekat dengan Desa Sambak adalah 3,5 kilometer bahkan lebih.

Dengan konsep Wi-Fi (Wireless Fidelity) atau jaringan tanpa kabel RT/RW Net ini masyarakat bisa menikmati akses internet dari rumah masing-masing. Sejak di operasikan mulai Selasa (04/09/2012) lalu dan sudah di uji koneksi di beberapa titik di Desa Sambak ternyata hasilnya lumayan bagus. Mengingat letak geografis yang banyak pepohonan dan topografi tanah yang cenderung tidak rata. Dalam radius 50-400 meter menggunakan Laptop/Netbook masih bisa diterima dengan baik.

“Setelah di lakukan uji koneksi dalam radius 50-400 meter dari Tower Radio SKP FM sudah bisa diterima baik meskipun tidak semua tempat dengan jarak yang sama menerima sinyal dengan baik. Hal ini dikarenakan letak dan banyaknya penghalang seperti pohon dan lain-lain.” Ujar As’ad Toha, salah satu Pengurus sekaligus penyiar di Radio SKP FM.

Pemerintah Desa Sambak juga mendukung adanya Internet masuk Desa ini. Karena Internet sudah menjadi kebutuhan di era sekarang ini. Hampir semua bidang pasti membutuhkan Internet untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Tidak hanya pelajar dan mahasiswa saja, namun termasuk Pemerintah desa, petani, pedagang juga membutuhkan akses internet ini.

Menurut Dahlan, Kepala Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang ketika di temui di kantor Desa Rabu(05/09/2012) mengatakan, “Hampir semua bidang saat ini membutuhkan Internet, karena memang segala informasi yang dibutuhkan akan di dapatkan secara lebih mudah. Termasuk informasi-informasi terkait dengan pembangunan. “

“Kami mewakili pemerintah Desa sangat mengapresiasi dan mendukung adanya Internet Masuk Desa ini. Namun tentunya juga harus di barengi dengan filter dan sosialisasi tentang Internet Sehat agar warga menggunakan internet secara bijak. ” Pungkasnya. (skpfm)

Kamis, 23 Agustus 2012

Suara Pintar dari Radio Komunitas

Ruangan itu hanya berukuran 3 x 2 meter persegi, hanya dilengkapi peralatan sederhana berupa sebuah komputer, dan pemancar berkekuatan 50 Watt. Namun, di sinilah dilakukan beragam acara siaran radio yang menjadi pusat perhatian, pusat informasi lokal masyarakat Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.
Pusat perhatian itu adalah sebuah radio yang diberi nama Radio Komunitas Suara Kampung Pintar. Sejak berdiri pada 17 Agustus 2008, radio ini telah memiliki sedikitnya 200 pendengar setia yang tersebar di tujuh desa di Kecamatan Kajoran dan Salaman.
Setiap harinya, siaran dimulai sejak pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB. Selama tujuh jam, ditampilkan empat hingga lima acara siaran. Diawali dengan permintaan lagu-lagu top hits masa kini, siaran agama, dan curhat ala anak muda yang diberi label Konco Kampung, acara akhirnya ditutup dengan unjuk bincang (talk show) yang diberi nama acara Pos Rondo Gulo Jowo (PRGJ).
Karena paling diminati pendengar, PRGJ akhirnya membuat jam tutup siaran yang resminya ditetapkan pukul 23.00 WIB, menjadi sekadar "formalitas" belaka. "Kalau pendengar masih asyik bertanya dan pembicara yang dihadirkan belum capai menjawab, maka PRGJ pun bisa terus berlanjut, terkadang hingga tengah malam," ujar M Ainur Rofiq (24), salah seorang penyiar dan pendiri Radio Suara Kampung Pintar.
Pembicara yang ditampilkan bisa dari kalangan apa saja, dokter puskesmas, pengusaha kerajinan yang sukses atau anak-anak kuliah yang kebetulan sedang melangsungkan kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Sambak.
Dengan berlabel radio komunitas, Rofiq mengatakan, radio ini dibangun dengan sangat sederhana. "Modal pendirian radio kami ini adalah restu dan dana patungan dari para sesepuh serta tokoh masyarakat di Desa Sambak," ujarnya.
Awalnya, sebuah radio komunitas di Desa Sambak sempat berdiri pada tahun 2006. Dengan dipayungi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan Agro Wana Wisata (AWW), radio ini bertahan hingga tahun 2007. Namun, karena konflik dan ketidakcocokan antara pengurus LSM dan para pengelola radio, radio komunitas ini pun vakum selama sekitar 10 bulan.
Jera berada di bawah tekanan majikan, Rofiq dan dua temannya yang lain akhirnya memutuskan untuk kembali mendirikan radio ini kembali dengan konsep independen. Ide ini akhirnya mulai dilaksanakan pada Juni 2008. Sebagai persiapan, mereka pun mencoba berkeliling desa, meminta pendapat, mencari lokasi, berikut sumbangan dana dari warga.
Bangunan yang dipakai akhirnya adalah sebuah ruang dapur milik SMP Muhammadiyah Sambak yang sudah tidak terpakai lagi. Setelah terkumpul Rp 1,5 juta, mereka pun memulai siaran dengan sebuah pemancar kecil.
Dengan berlabel radio komunitas, M Aprianto, penyiar lainya, mengatakan, radio ini dibangun dengan konsep yang sangat sederhana dan jauh dari tujuan mencari keuntungan. "Kami hanya ingin membagi informasi, memberi pembelajaran, dan menggali potensi desa agar semakin dikenal oleh orang lain, paling tidak warga di desa tetangga," ujar Aprianto. (EGI Kompas)
http://tekno.kompas.com/read/2009/06/08/15200327/Suara.Pintar.dari.Radio.Komunitas?fb_action_ids=3707619285153&fb_action_types=og.likes&fb_source=timeline_og&action_object_map=%7B%223707619285153%22%3A10150248942986764%7D&action_type_map=%7B%223707619285153%22%3A%22og.likes%22%7D&action_ref_map=%5B%5D

Jumat, 10 Agustus 2012

Sandang Baru, Program Acara yang digemari Banyak Pendengar


MAGELANG - “Wooo……uooo…yang lalu biar berlaluuuuu……serrr…serrrr” itulah potongan iklan program yang selalu di putar tiap pagi mengawali acara. Sandang Baru adalah nama program acara tersebut. Sandang Baru merupakan singkatan dari “Sarapan Dangdut Lebar Turu” (Sarapan Dangdut sehabis Tidur).

Program Baru di Radio Suara Kampung Pintar (SKP FM) tiap pagi selama bulan Ramadhan ini di mulai pukul 05.15 – 06.30 wib. Baru beberapa hari saja, “Sandang Baru” ini langsung digemari banyak pendengar. Hal ini terlihat dari banyaknya SMS yang masuk ke nomor 0853 2900 7172 tiap acara tersebut berlangsung. Program yang di bawakan oleh Anjas, salah satu penyiar dan pengurus Radio SKP FM tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari para pendengar.

“Tak kurang dari 30-50 an SMS selalu masuk tiap paginya, entah itu sekedar request lagu, kirim salam ataupun menginformasikan sesuatu yang penting di lingkungannya masing-masing.” Kata Anjas.
Program acara yang juga di selingi dengan Informasi dan Berita aktual seputar Magelang tersebut memang menjadi teman warga mengawali aktifitas di pagi hari. Dengan gayanya yang kocak dan khas, Anjas mencoba menyuguhkan musik bergenre melayu atau dangdut karena dianggap lebih “merakyat” dan diterima semua kalangan.

“Ya mungkin karena musik dangdut bisa diterima di semua kalangan, jadi masyarakat yang suka lagu-lagu melayu langsung menjadi pendengar setia tiap paginya. Disamping itu, kita juga membacakan Informasi dan Berita di sela-sela lagu agar para pendengar juga mendapatkan Informasi aktual.” Pungkasnya.

Selama bulan ramadhan 1433 H tahun ini, Radio SKP FM memang mempunyai program acara khusus. Satu diantaranya adalah Sandang Baru. Kemudian program lain seperti Kajian Islami setiap sore menjelang berbuka puasa dan Senandung Religi sehabis maghrib. (mu)

Selasa, 31 Juli 2012

Internet Masuk Desa Harus Segera Terealisasi

MAGELANG - Internet masuk desa yang di gagas oleh pengelola Radio Komunitas Suara Kampung Pintar (SKP FM) harus segera terealisasi. Hal ini mengingat banyak manfaat yang akan di dapat oleh masyarakat dan para pemangku kepentingan yang ada di Desa Sambak. Usulan ini juga ternyata di sambut baik oleh Ahmad Yusuf selaku Kepala Urusan Umum (Kaur Umum) di Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang.


Yusuf mengatakan, Saya secara pribadi sangat menyambut baik dengan gagasan tersebut. Karena jika internet Masuk Desa ini terwujud nantinya banyak sekali manfaat yang bisa di dapatkan oleh masayarakat dan para pemangku kepentingan. Disamping itu juga bisa di manfaatkan untuk mengakses informasi yang di butuhkan antara lain, Informasi pekerjaan, Informasi Pendidikan, pertanian dan lain sebagainya. Disamping itu juga bisa dimanfaatkan untuk promosi produk dan potensi lokal yang ada di Desa Sambak.


“Sekarang memang sudah zamannya era teknologi informasi, jadi pemanfaatan Internet harus optimal. Karena, ini tentu saja akan berpengaruh pada kehidupan perekonomian di Desa yang ujungnya adalah kesejahteraan Masyarakat. Melalui internet ini masyarakat nantinya bisa mengakses informasi yang diperlukan, dari Informasi pekerjaan sampai informasi pertanian dan lain-lain. Juga sebagai sarana komunikasi tanpa batas antar warga dan sarana promosi produk dan potensi lokal.” Kata Yusuf.


Menurut Yusuf, asalkan ada kemauan disitu pasti ada jalan. Memang kesadaran pemanfaatan Internet ini belum begitu besar dan sebagian masyarakat menganggap internet hanya sebagai media “iseng” saja. Padahal jika kita lihat dari sisi manfaat, sangat luar biasa. Nah, ini sekaligus nanti menjadi media kampanye penggunaan dan pemanfaatan Internet secara baik dan sehat jika Internet sudah masuk Desa nanti.


Biaya untuk realisasi Internet Masuk Desa ini sebenarnya tidak terlalu mahal jika mengingat manfaat yang akan di dapat nantinya. Terlebih lagi sebagian Infrastrukturnya sudah ada, seperti koneksi Internet dari ISP (Internet Service Provider) dan Tower. Tinggal menambahkan beberapa alat lagi untuk menyebarkan koneksi internet ke seluruh Desa. Jika tanpa kabel (Wireles), alat yang digunakan Antara lain Antena Omni, Router Board dan kabel UTP.


Kemudian alat untuk Penerima jika sudah mempunyai Laptop/Netbook bisa langsung tersambung, dan jika sudah mempunyai PC/Komputer Rumah, tinggal menambahkan Radio Acces Point atau menggunakan teknologi murah meriah paket Wajan Bolic.


“Alat dan biaya yang dibutuhkan sebenarnya tidak sulit dan tidak mahal jika dilihat dari sisi manfaat yang sangat besar. Rencanaya, koneksi internet akan disebarkan dari tower yang ada di Radio SKP FM ke seluruh Desa dengan tanpa kabel (wireles). Ini lebih popular dengan istilah RT RW Net yang sudah diterapkan di beberapa tempat di Indonesia. Dengan RT RW Net ini, berinternet akan jauh lebih murah karena biaya bisa ditanggung bersama-sama atau swadaya. Namun tentunya juga butuh dukungan dari berbagai pihak untuk realisasinya”. Ujar Muhammad Ainur Rofiq, Koordinator Radio SKP FM. (an)

Selasa, 10 Juli 2012

Mobil Tabrak Pohon, Satu orang Tewas

MAGELANG - Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Desa Bambusari Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang pada Jum’at (6/7/2012) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut keterangan warga, salah seorang korban meninggal karena tidak sempat menyelamatkan diri.

 “Satu orang meninggal dan satu orang selamat setelah melompat dari mobil. Korban yang meninggal diketahui bernama Budi. Keduanya adalah warga Desa Kaliabu Kecamatan Salaman, namun lama tinggal di jakarta”. Kata salah seorang Warga.

Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan tunggal ini. Namun dugaan sementara karena mobil dalam kondisi tidak baik dan rem blong sehingga menabrak sebuah pohon di pinggir jalan. Ditambah dengan kondisi jalan yang sedikit menurun.

 “Kalau di lihat dari bekasnya, kemungkinan karena kondisi mobil rusak atu rem blong, jadi sopir tidak bisa mengendalikan kemudian menabrak pohon.” Tambah Warga. Berdasarkan pengamatan di tempat kejadian, mobil berjenis “Jeep” bernomor polisi BK 125 SM tersebut ringsek dan ban bagian depan lepas. Sampai pukul 13.00 WIB terlihat belum ada petugas yang memasang Garis Polisi di Tempat Kejadian. (rfq)

Jumat, 20 Agustus 2010

Sambak Berlakukan Jam Belajar Bagi Anak

MAGELANG. Sesuai dengan surat keputusan dari bupati magelang yang menyatakan bahwasanya pada waktu maghrib sampai jam delapan malam setiap rumah tidak boleh menyalakan televisi. Peraturan tersebut dibuat untuk mengurangi dan menghilangkan kebiasaan anak yang sering menonton tayangan televisi pada jam tersebut. Untuk sekarang ini banyak sekali kita jumpai anak-anak yang sering menonton televisi pada jam tersebut. Padahal jam-jam tersebut seharusnya di optimalkan untuk belajar, baik itu belajar agama maupun pelajaran umum. Dengan peraturan larangan menyalakan televisi itu diharapkan nantinya anak benar-benar mengunakan waktunya untuk belajar.

Peraturan larangan menyalakan televisi dari waktu maghrib sampai jam 20:00WIB tersebut akan diterapkan disetiap-tiap rumah, khususnya rumah yang di dalamnya masih terdapat anggota keluarganya yang masih duduk di bangku sekolah. Meskipun peraturan itu masih sebatas wacana dan masih disosialisasikan pada selapanan ditiap-tiap Rukun Warga (RW) diharapkan nantinya ada suatu keputusan resmi dari kepala desa. “Ya, peraturan itu sebenarnya sudah disampaikan di RW setiap ada selapangan namun masih sebatas wacana dan belum ada aturan atau denda yang nantinya dikenakan ketika melanggar,”ungkap Zubed selaku ketua Forum Komunikasi Ukhuwah Islamiyah (FKUI). Bermula dari keinginan FKUI yang menginginkan pada saat bakda maghrib anak-anak dianjurkan untuk mengaji maka ketika mengetahui adanya surat edaran dari bupati tersebut maka forum yang berisi para ulama dan sesepuh desa sambak menyepakati bahwasanya peraturan itu harus diterapkan.

Untuk mensukseskan dan menjalankan peraturan itu tentunya diharapkan peran dan dukungan dari semua masyarakat. Tidak hanya aparat desa saja yang harus memberikan contoh. Namun yang lebih tepat dan efektif untuk menerapkan peraturan itu adalah dari orang tua atau kepa keluarga di tiap-tiap rumah. Pasalnya, kebiasaan dan perilaku anak akan bermula dari didikan di rumahnya. Jika pendidikan dalam kelaurga itu bagus maka akan melahirkan anak atau generasi bangsa yang berbudi pekerti luhur dan bermoral. Dan untuk itu peran serta orang tua dalam melarang anak-anaknya menonton televise pada waktu mahgrib sampai jam 20:00 WIB adalah jalan dimana agar anak bias sukses dalam sekolahnya. Karena pada jam-jam itulah proses belajar akan berjalan lancer, anak akan cepat menerima pelajaran ketimbang belajarnya pada malam hari atau sesedah jam 8 malam. Selain itu agar menjadikan anak mempunyai religiusitas atau bermoral agama jam-jam sehabis maghrib adalah waktu yang tepat dan efektif untuk mengaji dan mendalami ilmu agama. Dan diharapkan dari peraturan itu nantinya para generasi penerus bangsa yang lahir dari anak itu khususnya di desa sambak mampu menjadi orang yang berakhlaq mulia dan berpengetahuan luas. (Danu Utomo)

Jumat, 11 Desember 2009

Lebih 10 Menit, Tidak Boleh Adzan Pakai Pengeras Suara

Pada setiap masuk waktu sholat kita selalu mendengarkan lantunan suara adzan. Namun, jika suara adzan itu dikumandangkan jauh dari waktu atau jadwal sholat apakah masih boleh? Selain itu ketika kita sudah selesai sholat kita pernah mendengarkan suara adzan atau pada saat bulan puasa, ketika kita sudah berbuka puasa sesuai dengan jadwal yang tertera masih saja ada masjid atau surau yang mengumandangkan adzan dengan selisih 10 sampai 15 menit. Nah, hal itulah yang sering membuat persepsi atau anggapan masyarakat yang tidak-tidak. Mereka akan beranggapan apakah adzan yang tadi itu belum saatnya dengan mendengar adzan yang terakhir, atau adzan yang terakhir itu menandakan waktu sholat yang syah. Itulah fenomena atau kebiasaan yang terjadi di masyarakat kita.

Selasa, 13 Oktober 2009

Elpiji 3 Kg Langka di Sambak

MAGELANG - Warga Desa Sambak, Magelang sempat resah akibat langkanya gas elpiji 3 Kg belakangan ini. Kelangkaan elpiji juga terjadi di beberapa kecamatan lainnya. Pada akhir September 2009, warga sulit mendapatkan elpiji di toko-toko dan agen distribusi gas selama seminggu.

Menurut Anas, seorang distributor LPG di Kabupaten Magelang, kelangkaan gas terjadi akibat produksi gas elpiji 3 kg masih terbatas.

Kelangkaan gas membingungkan para pemilik pangkalan gas di Sambak. Juniarti, pemilik pangkalan gas elpiji di Desa Sambak mengaku tidak bisa menjelaskan penyebab menghilangnya elpiji.



.“Saya sendiri bingung melayani pembeli yang antri, apalagi mereka sudah memesannya pada hari-hari sebelumnya,” ujar Juniarti

Warga yang tidak bisa mendapatkan gas selanjutnya beralih ke kayu bakar. Kayu bakar mudah didapatkan di pekarangan maupun kebun warga.

"Saya menggunakan kayu bakar untuk memasak,” cerita Mustoliyah (42), warga Sambak. (Fery_skp).

Sabtu, 26 September 2009

Empat Kesenian “Jatilan” Ramaikan HUT RI

MAGELANG. Sebanyak empat kesenian daerah yang berupa jatilan ikut meramaikan meriahnya hari kemerdekaan RI ke 64 di Desa Sambak. Jatilan merupakan sebuah kesenian yang mempertunjukkan seni tari menyerupai sekelompaok pasukan kerajaan. Memang kesenian jatilan selama ini sedikit meredup dan banyak yang tidak aktif kembali. Namun, berbeda halnya dengan yang berada di Sambak. Kesenian tari yang berujung pada kesurupan para pemainnya itu masih dipertahankan akan keberadaannya. Hal itu dibuktikan dengan mempercayakan kesenian yang menjadi kearifan lokal budaya tiap dusunnya itu untuk berunjuk gigi di kemeriahan HUT RI pada setiap tahunnya.

Pada acara 17-an yang berlangsung pada hari senin (17/8) kemarin, desa Sambak dimeriahkan oleh empat kesenian jatilan dari empat dusun. Kesenian itu diantaranya, Rekso Mudo dari dusun Jarakan, Aryo Seto dari dusun Punduhan, Ngudi Bekso Utomo dari dusun Sigaung, dan kesenian jatilan yang sempat vakum beberapa tahun dan kembali lagi menghibur para warganya yaitu Anjani Putro dari dusun Sambak I dan II.

Dengan adanya keempat kesenian dari tiap-tiap dusun tersebut membuat kemeriahan dan suasana agustusan semakin meriah dan mampu menyedot pada warga untuk menghadirinya. Memang pada HUT RI kali ini warga desa Sambak tidak menghadirkan sebuah pertunjukan jatilan yang mengundang dari desa lain. Warga sendiri lebih memilih untuk menunjukkan dan menyuguhkan kesenian daerahnya pribadi dari pada mengundang kesenian daerah lain untuk memeriahkan acara agustusan.