Sambak Online merupakan Jaringan Internet swadaya yang dirintis dan dikelola oleh pegiat dan relawan TIK yang ada di Desa Sambak Kecamatan Kajoran Magelang. Dimulai sejak tahun 2012. Kemudian sekitar tahun 2014 mulai kerjasama dengan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Sambak sampai sekarang.

Kamis, 25 Oktober 2012

Merubah Pola Pikir Modal Desa Mandiri

Partisipasi warga dalam mewujudkan kemandirian sebuah desa menjadi penentu utama namun pola pikir masyarakat secara menyeluruh akan bisa lebih menjadi pijakan gerakan sebuah kampung untuk merubah keadaan. Seperti hari ini (24/10/2012) Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara sedang berusa memulai gerakan kemandirian tersebut. Kegiatan gerakan desa mandiri yang didukung oleh Bappeda Banjarnegara dan relawan Kelas Warga ini diiikuti oleh sekitar 20 orang yang terdiri dari unsur PKK, Pamong Praja, Pendidik dan Karang Taruna.

“Desa mandiri dimulai dari cara kita berpikir”, tutur Budhi Hermanto disela-sela sesi kegiatan yang ditujukan untuk analisis sosial pada hari ini. Penggalian gagasan dimulai dengan diskusi kelompok untuk menelorkan ide dan keinginan Desa Giritirta dalam memulai perubahan. Proses diskusi kali ini menarik karena separuh peserta forum adalah perempuan sehingga banyak program yang berkaitan dengan ekonomi dan rumah tangga menjadi prioritas, disamping banyak pula ide tentang optimalisasi sumber daya manusia.

“Kita harus bisa menjadi pelaku, bukan menjadi penonton yang hanya mengkruk-mengkruk dirumah”, jelas Nining dalam presentasi hasil diskusi. Kebutuhan warga akan sosok pemimpin yang jujur, adil dan ramah di segala lini juga menjadi permintaan khusus yang disampaikan pendidik di sebuah SD ini.

Mewujudkan desa mandiri bukan hal yang tidak mungkin tapi ‘sangat’ mungkin. “Tidak ada bayi yang lahir langsung bisa bicara kecuali Nabi Musa AS”, teriak Budi menyemangati forum. Semua akan bisa mungkin jika kita mau dan berkehendak melalui prosesnya.

Kegiatan kedua setelah Desa Bojanegara ini akan diupayakan menjadi trigger (pemicu, red) bagi desa lain untuk bergerak, banyak bercerita dan tidak menjadi ‘penunggu’ keajaiban apalagi kucuran dana dari pemerintah. Pemanfaatan media internet melaui website hanya salah satu upaya untuk kita mengenalklan diri secara global. (nurmans-shakti)
Sumber:  www.jrkjateng.org

Selasa, 18 September 2012

Jathilan Ramaikan Peringatan HUT Kemerdekaan RI di Desa Sambak

MAGELANG - Kesenian Jathilan ramaikan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-67 di Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang, Minggu (16/09/2012). Ada empat kelompok jathilan yang ikut memeriahkan. Keempat kelompok jathilan tersebut 2 diantaranya berasal dari Desa Sambak sendiri yakni "Anjani Putro" dari Sambak 2 dan "Rekso Mudo Budoyo" dari Jarakan Timur. Kemudian 2 lainnya berasal dari Sidomulyo salaman, dan Bonjok Wuwuharjo Kajoran. Pementasannya pun tersebar di beberapa tempat, antara lain di dusun sambak 1, dusun Jarakan Barat, dusun Sindon dan Dusun Miriombo.

Sebelum pementasan berlangsung, upacara bendera dilakukan secara sederhana. Kemudian di lanjutkan pawai karnaval yang diikuti berbagai lembaga pendidikan maupun dusun-dusun yang ada di Desa Sambak. Pasukan bendera merah putih berada di paling depan, kemudian di susul Pasukan Drum Band dari MI AL-Iman Sambak, Drum Band dari SMP Muhammadiyah Sambak dan paling belakang konvoi sepeda motor.

Kendati berlangsung secara sederhana dan tanpa persiapan yang matang, namun cukup menghibur warga di Desa Sambak dan sekitarnya. “Harusnya tahun depan harus dipersiapkan lebih matang lagi agar tambah meriah. Ini kan setahun sekali dalam rangka memperingati HUT RI, jadi harusnya masyarakat lebih kompak dan pemerintah Desa juga harusnya lebih mengakomodir acara seperti ini.” Ujar salah seorang warga di antara kerumunan penonton.

Seperti diketahui, warga masyarakat Desa Sambak memang sudah menunggu-nunggu perayaan HUT kemerdekaan RI ke-67 tahun ini. Karena Desa-desa tetangga disekitar Desa Sambak sudah terlebih dahulu menggelarnya. Namun, sepertinya belum ada kesiapan pemerintah Desa dengan alasan berbenturan waktu dengan puasa dan lebaran. Akhirnya, perayaan HUT kemerdekaan RI ke-67 tahun ini dilakukan tanpa persiapan yang matang dan baru diselenggarakan di pertengahan bulan September tahun ini. (ms)

Senin, 10 September 2012

Internet Desa Sambak Mulai Terealisasi


MAGELANG - Internet Desa Sambak yang di gagas oleh Radio Komunitas Suara Kampung Pintar (SKPFM) Sudah terealisasi di Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang. Sehingga warga bisa menikmati akses internet dengan mudah dan murah. Mudah dan murah karena tidak perlu jauh-jauh pergi ke warung internet (wanet) yang paling dekat dengan Desa Sambak adalah 3,5 kilometer bahkan lebih.

Dengan konsep Wi-Fi (Wireless Fidelity) atau jaringan tanpa kabel RT/RW Net ini masyarakat bisa menikmati akses internet dari rumah masing-masing. Sejak di operasikan mulai Selasa (04/09/2012) lalu dan sudah di uji koneksi di beberapa titik di Desa Sambak ternyata hasilnya lumayan bagus. Mengingat letak geografis yang banyak pepohonan dan topografi tanah yang cenderung tidak rata. Dalam radius 50-400 meter menggunakan Laptop/Netbook masih bisa diterima dengan baik.

“Setelah di lakukan uji koneksi dalam radius 50-400 meter dari Tower Radio SKP FM sudah bisa diterima baik meskipun tidak semua tempat dengan jarak yang sama menerima sinyal dengan baik. Hal ini dikarenakan letak dan banyaknya penghalang seperti pohon dan lain-lain.” Ujar As’ad Toha, salah satu Pengurus sekaligus penyiar di Radio SKP FM.

Pemerintah Desa Sambak juga mendukung adanya Internet masuk Desa ini. Karena Internet sudah menjadi kebutuhan di era sekarang ini. Hampir semua bidang pasti membutuhkan Internet untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Tidak hanya pelajar dan mahasiswa saja, namun termasuk Pemerintah desa, petani, pedagang juga membutuhkan akses internet ini.

Menurut Dahlan, Kepala Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang ketika di temui di kantor Desa Rabu(05/09/2012) mengatakan, “Hampir semua bidang saat ini membutuhkan Internet, karena memang segala informasi yang dibutuhkan akan di dapatkan secara lebih mudah. Termasuk informasi-informasi terkait dengan pembangunan. “

“Kami mewakili pemerintah Desa sangat mengapresiasi dan mendukung adanya Internet Masuk Desa ini. Namun tentunya juga harus di barengi dengan filter dan sosialisasi tentang Internet Sehat agar warga menggunakan internet secara bijak. ” Pungkasnya. (skpfm)

Kamis, 23 Agustus 2012

Suara Pintar dari Radio Komunitas

Ruangan itu hanya berukuran 3 x 2 meter persegi, hanya dilengkapi peralatan sederhana berupa sebuah komputer, dan pemancar berkekuatan 50 Watt. Namun, di sinilah dilakukan beragam acara siaran radio yang menjadi pusat perhatian, pusat informasi lokal masyarakat Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.
Pusat perhatian itu adalah sebuah radio yang diberi nama Radio Komunitas Suara Kampung Pintar. Sejak berdiri pada 17 Agustus 2008, radio ini telah memiliki sedikitnya 200 pendengar setia yang tersebar di tujuh desa di Kecamatan Kajoran dan Salaman.
Setiap harinya, siaran dimulai sejak pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB. Selama tujuh jam, ditampilkan empat hingga lima acara siaran. Diawali dengan permintaan lagu-lagu top hits masa kini, siaran agama, dan curhat ala anak muda yang diberi label Konco Kampung, acara akhirnya ditutup dengan unjuk bincang (talk show) yang diberi nama acara Pos Rondo Gulo Jowo (PRGJ).
Karena paling diminati pendengar, PRGJ akhirnya membuat jam tutup siaran yang resminya ditetapkan pukul 23.00 WIB, menjadi sekadar "formalitas" belaka. "Kalau pendengar masih asyik bertanya dan pembicara yang dihadirkan belum capai menjawab, maka PRGJ pun bisa terus berlanjut, terkadang hingga tengah malam," ujar M Ainur Rofiq (24), salah seorang penyiar dan pendiri Radio Suara Kampung Pintar.
Pembicara yang ditampilkan bisa dari kalangan apa saja, dokter puskesmas, pengusaha kerajinan yang sukses atau anak-anak kuliah yang kebetulan sedang melangsungkan kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Sambak.
Dengan berlabel radio komunitas, Rofiq mengatakan, radio ini dibangun dengan sangat sederhana. "Modal pendirian radio kami ini adalah restu dan dana patungan dari para sesepuh serta tokoh masyarakat di Desa Sambak," ujarnya.
Awalnya, sebuah radio komunitas di Desa Sambak sempat berdiri pada tahun 2006. Dengan dipayungi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan Agro Wana Wisata (AWW), radio ini bertahan hingga tahun 2007. Namun, karena konflik dan ketidakcocokan antara pengurus LSM dan para pengelola radio, radio komunitas ini pun vakum selama sekitar 10 bulan.
Jera berada di bawah tekanan majikan, Rofiq dan dua temannya yang lain akhirnya memutuskan untuk kembali mendirikan radio ini kembali dengan konsep independen. Ide ini akhirnya mulai dilaksanakan pada Juni 2008. Sebagai persiapan, mereka pun mencoba berkeliling desa, meminta pendapat, mencari lokasi, berikut sumbangan dana dari warga.
Bangunan yang dipakai akhirnya adalah sebuah ruang dapur milik SMP Muhammadiyah Sambak yang sudah tidak terpakai lagi. Setelah terkumpul Rp 1,5 juta, mereka pun memulai siaran dengan sebuah pemancar kecil.
Dengan berlabel radio komunitas, M Aprianto, penyiar lainya, mengatakan, radio ini dibangun dengan konsep yang sangat sederhana dan jauh dari tujuan mencari keuntungan. "Kami hanya ingin membagi informasi, memberi pembelajaran, dan menggali potensi desa agar semakin dikenal oleh orang lain, paling tidak warga di desa tetangga," ujar Aprianto. (EGI Kompas)
http://tekno.kompas.com/read/2009/06/08/15200327/Suara.Pintar.dari.Radio.Komunitas?fb_action_ids=3707619285153&fb_action_types=og.likes&fb_source=timeline_og&action_object_map=%7B%223707619285153%22%3A10150248942986764%7D&action_type_map=%7B%223707619285153%22%3A%22og.likes%22%7D&action_ref_map=%5B%5D

Jumat, 10 Agustus 2012

Sandang Baru, Program Acara yang digemari Banyak Pendengar


MAGELANG - “Wooo……uooo…yang lalu biar berlaluuuuu……serrr…serrrr” itulah potongan iklan program yang selalu di putar tiap pagi mengawali acara. Sandang Baru adalah nama program acara tersebut. Sandang Baru merupakan singkatan dari “Sarapan Dangdut Lebar Turu” (Sarapan Dangdut sehabis Tidur).

Program Baru di Radio Suara Kampung Pintar (SKP FM) tiap pagi selama bulan Ramadhan ini di mulai pukul 05.15 – 06.30 wib. Baru beberapa hari saja, “Sandang Baru” ini langsung digemari banyak pendengar. Hal ini terlihat dari banyaknya SMS yang masuk ke nomor 0853 2900 7172 tiap acara tersebut berlangsung. Program yang di bawakan oleh Anjas, salah satu penyiar dan pengurus Radio SKP FM tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari para pendengar.

“Tak kurang dari 30-50 an SMS selalu masuk tiap paginya, entah itu sekedar request lagu, kirim salam ataupun menginformasikan sesuatu yang penting di lingkungannya masing-masing.” Kata Anjas.
Program acara yang juga di selingi dengan Informasi dan Berita aktual seputar Magelang tersebut memang menjadi teman warga mengawali aktifitas di pagi hari. Dengan gayanya yang kocak dan khas, Anjas mencoba menyuguhkan musik bergenre melayu atau dangdut karena dianggap lebih “merakyat” dan diterima semua kalangan.

“Ya mungkin karena musik dangdut bisa diterima di semua kalangan, jadi masyarakat yang suka lagu-lagu melayu langsung menjadi pendengar setia tiap paginya. Disamping itu, kita juga membacakan Informasi dan Berita di sela-sela lagu agar para pendengar juga mendapatkan Informasi aktual.” Pungkasnya.

Selama bulan ramadhan 1433 H tahun ini, Radio SKP FM memang mempunyai program acara khusus. Satu diantaranya adalah Sandang Baru. Kemudian program lain seperti Kajian Islami setiap sore menjelang berbuka puasa dan Senandung Religi sehabis maghrib. (mu)