Kamis, 31 Desember 2015
kampoeng pintarEKONOMI, INTERNET, LINGKUNGAN, PENDIDIKAN, TEKNOLOGI INFORMASI
Selasa, 19 November 2013
kampoeng pintarBERITA KOMUNITAS, LINGKUNGAN
Warga Sambak Panik Karena Hujan Es dan Angin Kencang Disertai Petir
KAB MAGELANG
- Warga Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang tampaknya kudu terus waspada.
Baru selang sehari hujan deras disertai angin kencang mengacak-acak Dusun Mulwo
dan Dusun Sidosari di Desa Wuwuharjo, giliran Dusun Sambak II, Desa Sambak
terkena dampak cuaca ekstrim.
Rumah-rumah
penduduk di Dusun Sambak II dihujani es, Selasa (5/11/13) sekitar pukul 15.00
WIB. Yang bikin panik warga, hujan es tersebut juga dibarengi angin kencang dan
kerasnya suara petir.
"Bunyi
es yang jatuh di atap kedengaran jelas", kata Siti, warga RT 3 RW 2 Dusun
Sambak II. Hujan es dan angin kencang yang berlangsung sekitar 20 menit itu,
membuat genteng-genteng beberapa rumah melorot.
"Esnya
sebesar kancing baju", kata Karnah, warga Dusun Sambak II lainnya. Setelah
hujan dan angin berhenti, warga langsung membereskan atap-atap rumah mereka
yang rusak.
Sehari
sebelumnya, yakni pada Senin (4/11/13) sekitar pukul 15.00 WIB, hujan deras dan
angin kencang merusak sedikitnya 70 rumah di Dusun Sidosari dan Dusun Mulwo,
Desa Wuwuharjo, Kajoran.
Sebuah
musholla di di RT 003 RW 01 Dusun Sidosari tertimpa dahan pohon duku. Selain
banyak pohon tumbang, areal pertanian pun tak luput dari amukan angin yang
disertai hujan deras itu. Aliran listrik padam.
Sebelumnya,
Rabu (30/10/13) sore, angin puting beliung lebih dulu menyapu Kecamatan
Kajoran, tepatnya di Dusun Gendol, Desa Sukomakmur. Lesus merusak sedikitnya 14
bangunan tempat tinggal warga. Tiga diantaranya rusak berat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten
Magelang sudah jauh hari mengeluarkan peringatan, bahwa Kajoran merupakan salah
satu kecamatan yang rawan terhadap bencana puting beliung, juga tanah longsor.
Selain
Kajoran, bencana-bencana tersebut juga patut diwaspadai oleh warga yang
bermukim di Kecamatan Kaliangkrik, Pakis, Borobudur, Bandongan, Salaman, Sawangan,
Windusari dan Tempuran.
kampoeng pintarBERITA KOMUNITAS, FASILITAS PUBLIK, KARYA KOMUNITAS
Melongok Desa Internet di Magelang
MAGELANG - Keberadaan teknologi internet yang mudah memang banyak memberi
manfaat bagi masyarakat. Apalagi jika internet yang bisa diakses oleh masyarakat
hingga sampai ke pedesaan.
Seperti
internet yang dikelola oleh Radio Komunitas Suara Kampung Pintar (SKPFM) Desa
Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Sejak setahun belakangan, akses
internet yang diberi nama RT/RW Net itu telah menjadi bagian dari kehidupan
sehari-hari masyarakat setempat. Kendati hanya berawal dari modal semangat para
pengelolanya, namun sekarang sudah berjalan cukup baik.
Warga bisa
menikmati akses internet dengan mudah dan murah tanpa perlu jauh-jauh pergi ke
warung internet (warnet) yang berjarak sekira 3,5 kilometer bahkan lebih dari
Desa Sambak.
“Kami
menggunakan konsep Wi-Fi (Wireless Fidelity) atau jaringan nirkabel, warga bisa
menikmati akses internet dari rumah masing-masing,” jelas Muhammad Ainur Rofiq,
salah satu pengurus di Radio SKP FM, Kamis (26/9/2013).
Dijelaskan
Rofiq, butuh upaya agar Desa Sambak bisa terkoneksi dengan internet. Mengingat
letak geografis yang banyak pepohonan dan topografi tanah yang cenderung tidak
rata. Namun hasilnya, dalam radius 50-400 meter menggunakan laptop waga bisa
menerima akses internet gratis.
“Untuk
jangkauan dan kecepatan memang belum maksimal karena kontur geografisnya
cenderung berbukit-bukit dan banyak pepohonan. Namun ke depannya akan ditambah
lebih banyak lagi perangkat acces point di beberapa titik sebagai penguat sinyal,”
urai Rofiq.
Tidak hanya
para pelajar yang bisa memanfaatkan akses RT/RW net ini, bahkan pemerintah desa
setempat, petani, pedagang juga membutuhkan akses internet untuk mendapatkan
segala informasi dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, pihaknya berharap ada
dukungan dari berbagai piha mengingat selama ini masih diakukan secara swadaya
oleh pengelola.
Kepala Desa
Sambak, Dahlan mengungkapkan apresiasinya terhadap karya para pemuda Desa
Sambak. Sebab, tidak bisa dipungkiri di era saat ini, hampir semua bidang
membutuhkan internet, untuk memperoleh informasi dengan mudah, termasuk
informasi-informasi terkait pembangunan.
“Kami sangat
mengapresiasi dan mendukung adanya internet masuk desa ini. Namun tentunya juga
harus dibarengi dengan filter dan sosialisasi tentang internet sehat agar warga
menggunakan internet secara bijak,” ucap Dahlan.
Hal senada
juga diungkapkan, Amron Muhzawawi, seorang pengusaha keripik di Desa Sambak
yang mengaku sangat terbantu dengan adanya jaringan RT/RW net yang bisa diakses
dengan mudah. Terutama mempermudah dalam pemasaran dan promosi.
“Di era teknologi informasi seperti sekarang ini internet menjadi sangat penting untuk media promosi dan komunikasi. Di samping itu, pengenalan produk bisa sangat mudah dengan memanfaatkan berbagai situs jejering sosial yang ada,” ujar Amron.
Sumber: http://regional.kompas.com/read/2013/09/26/1544522/Melongok.Desa.Siber.di.Magelang
Sabtu, 09 Februari 2013
kampoeng pintarBERITA KOMUNITAS
DPS Desa Sambak Mencapai 1796 Orang
MAGELANG (SambakOnline). Daftar Pemilih Sementara (DPS) Desa
Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang mencapai 1796 orang. Terdiri dari
laki-laki 875 orang dan perempuan 921 orang. Adapaun sebaran di masing-masing
Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebagai berikut; TPS I 453, TPS II 507, TPS III
374, TPS IV 462. Selanjutnya DPS tersebut akan dipasang ditempat-tempat strategis
mulai tanggal 9 februari sampai 1 Maret
2013 agar ditanggapi oleh masyarakat.
Demikian hasil dari pleno yang di hadiri oleh Panitia Pemungutan
Suara (PPS), Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dan Pengawas Pemilu
Lapangan (PPL) pada Jum’at (08/02/2013).
Menurut Darsin, Ketua PPS Desa Sambak mengatakan tidak ada kendala yang berarti dalam proses
pemutakhiran data. Kalaupun ada, itu sifatnya sangat teknis dan sudah bisa
teratasi.
“Tidak ada kendala yang berarti, semua berjalan dengan
lancar. Kalaupun ada masalah sedikit, itu terkait dengan hal teknis dan
alhamdulillah sudah terselesaikan”. Ujarnya.
Darsin juga meminta kepada masyarakat untuk menanggapi dan memberi masukan tanggapan dan masukan setelah DPS di tempel pada tempat-tempat strategis. Hal ini bertujuan agar
jangan sampai ada warga yang sudah memiliki hak pilih pada Pemilihan Gubernur
(Pilgub) nanti yang tidak terdata.
Sesuai dengan jadwal tahapan Komisi Pemilihan Umum Daerah
(KPUD) Jawa Tengah, Pilgub Jateng untuk periode 2013-2017 akan dilaksanakan
pada tanggal 26 Mei 2013. Adapaun Proses tahapannya, sudah dimulai sejak bulan
desember 2012 lalu. (fiq)
Langganan:
Postingan (Atom)


