Sambak Online merupakan Jaringan Internet swadaya yang dirintis dan dikelola oleh pegiat dan relawan TIK yang ada di Desa Sambak Kecamatan Kajoran Magelang. Dimulai sejak tahun 2012. Kemudian sekitar tahun 2014 mulai kerjasama dengan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Sambak sampai sekarang.

Senin, 11 Mei 2009

Radio Komunitas Sebagai Pelestari Budaya Lokal

Industri media massa baik cetak maupun elektronik ternyata lebih banyak membawa dampak buruk bagi kehidupan masyarakat. konsumerisme dan hedonisme yang begitu getol dipropagandakan menjadi bancana sosial yang susah untuk diobati. Yang lebih parah adalah ketika beragam budaya asli bangsa ini kian terkikis karena media massa cenderung lebih senang mengumbar budaya barat.

Generasi muda kini tak lagi mengenal akar budaya mereka, kebajikan dan keluhuran budaya timur tak mampu membuat generasi muda tertarik untuk mempelajarinya. Generasi muda lebih asyik dengan budaya-budaya barat yang materialistis lagi hedonis. Tak heran jika saat ini banyak ragam budaya asli bangsa yang dijiplak dan dipatenkan oleh bangsa lain. Sebuah imbas dari ketidakseriusan bangsa ini dalam menjaga dan memperhatikan budaya asli bangsa.

Berbagai dampak buruk yang dibawa industri media massa tersebut ternyata tidak membuat pemerintah gerah, justru sampai detik ini pemerintah terkesan tidak serius dalam menanggulanginya. Dunia pendidikan yang diharapkan mampu untuk membentuk generasi yang mencintai budaya bangsanya pun ternyata tak luput dari kegagalan. Dunia pendidikan kini justru telah terkontaminasi dengan faham-faham yang akarnya adalah materialisme. Simak saja, betapa dunia pendidikan makin hari makin terbuka dalam menjual diri. Tidak ada pendidikan gratis, murah lagi berkualitas di negeri ini.

Sepertinya tidak ada cara lain untuk membentengi bangsa ini dari bencana moral sebagai imbas dari materialisme kecuali dengan menanamkan kembali ajaran-ajaran luhur budaya asli bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai transendental. Dunia pendidikan harus lebih menekankan bagaimana mereka mampu menanamkan nilai-nilai tersebut kepada para siswanya. Bukan sebaliknya sebagaimana yang terjadi sekarang, pelajaran mengenai kearifan budaya lokal sangat minim sekali didapatkan oleh siswa. hingga detik ini siswa hanya mengetahui kearifan budaya lokal dari mata pelajaran bahasa daerah. Inipun setelah adanya revisi kebijakan dari pemerintah, karena pelajaran ini dulu sempat dihapuskan.

Kalau memang industri media massa dengan market oriented-nya tak mau merubah diri untuk mau membeberkan beragam budaya asli bangsa. Maka menjadi tugas dunia pendidikanlah untuk menanamkan segala nilai-nilai tersebut, itupun kalau dunia pendidikan tak mau disebut sebagai industri pendidikan yang profit oriented.

Selain itu hadirnya media massa lokal yang menjunjung tinggi kearifan lokal pun sangat dibutuhkan untuk terus menggali dan memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat. namun kehadiran media massa lokal inipun tak sepenuhnya bisa menjamin kelestarian budaya, karena tidak banyak media massa lokal yang tercerabut dari akar budayanya dan justru turut serta dalam mempopuperkan budaya-budaya asing, sebagaimana radio-radio komersil di daerah-daerah.

Radio komunitas tampaknya menjadi satu-satunya media yang potensial untuk melestarikan budaya lokal. media massa ini mempunyai keunggulan yang lebih karena ia tidak mengejar keuntungan profit. Nilai demokratis sangat tersirat dari radio komunitas karena media ini bukan milik pribadi namun milik komunitas sehingga setiap kebijakan maupun program acara yang dihadirkan selalu diawali dengan musyawarah dari seluruh anggota komunitas. Beragam kearifan budaya lokal pun bisa dihadirkan dengan leluasa di radio komunitas karena mereka tidak terbebani oleh tuntutan sponsor.

Melihat berbagai manfaat positif dari kehadiran radio komunitas diatas, maka tidak berlebihan jika penulis sangat mendukung munculnya radio komunitas di seluruh tanah air. Untuk daerah yang belum ada radio komunitas segeralah mendirikan dan jadikan radio komunitas sebagai benteng untuk menjaga dan melestarikan keutuhan budaya asli bangsa yang luhur. salam budaya…!!(Amron-SKP FM)



Sabtu, 07 Februari 2009

Radio Suara Kampung Pintar Mengudara Lagi

MAGELANG. Bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan RI, Radio Suara Kampung Pintar, akhirnya mengudara lagi. Setelah tiga bulan kru radio menggalang dana dari masyarakat, kru radio merakit satu unit pemancar 50 Watt. Sekarang, radio bisa mengudara meskipun masih ada masalah teknis di sana-sini

Radio Suara Kampung Pintar berlokasi di Desa Sambak, Kajoran, Magelang. Sebagian besar pegiatnya masih dari kru lama sebelum radio berhenti siaran karena peralatannya rusak. Radio ini juga sempat didera masalah internal sehingga sulit bangkit kembali. Semua permasalahan tersebut tidak membuat kru radio patah arang. Mereka segera menghimpun ide dan kreativitas dari warga seraya memperbaiki peralatan. Komputer yang sekarang dipergunakan masih berstatus pinjaman dan siaran dilakukan tanpa mixer.

Mereka melakukan survei pendengar sekaligus sosialisasi keberadaan radio bagi warga. Hasil survei menunjukkan sebagian besar warga mendukung keberadaan radio karena dapat menyalurkan kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Komunitas Kampung Pintar sendiri adalah lembaga yang dikelola sebagian warga sebagai wadah pembelajaran dan aktualisasi diri. Lembaga ini bertujuan untuk memberikan akses informasi pendidikan yang murah pada masyarakat, merangsang budaya baca-tulis di kalangan anak muda, dan mengembangkan potensi lokal. Karena sebagian besar kru radio adalah pegiat Komunitas Kampung Pintar maka dunia pendidikan diangkat sebagai materi wajib siaran.

Setelah radio mengudara kembali, Komunitas Kampung Pintar akan mendirikan perpustakaan dan internet. Mereka juga mengelola blog di http://kampungpintar.blogspot.com.Semua dilakukan untuk mewujudkan cita-cita Desa Sambak sebagai kampung pintar.


Peringatan HUT RI di Desa Sambak Berlangsung Meriah

Magelang-Perayaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI di Desa Sambak kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang berlangsung meriah. Sabtu(23/08/08) masyarakat Desa Sambak tumpah ruah dijalan kampung.Mereka antusias sekali untuk ikut berpartisipasi memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 63.

Acara ini diawali Upacara detik-detik proklamasi yang dipimpin Kepala Desa Sambak Bapak Dahlan. Disusul dengan berpawai keliling kampung. Pawai ini diikuti oleh beragam jenis kesenian yang ada di Sambak. Sa’da (29) salah satu panitia kegiatan ini mengungkapkan “Sebenarnya kesenian lokal yang ada di Sambak banyak,tapi karena tidak adanya regenerasi jadi sekarang tinggal sedikit”ujarnya. Keterlibatan seluruh siswa-siswi sekolah yang ada di Sambak juga turut menyemarakkan acara ini.
Sebelumnya,berbagai lomba yang bertema tujuh belasan juga dilaksanakan seperti lomba voly,badminton,pecah air dan lain-lain. Seluruh warga mulai dari anak-anak hingga orang tua, nampak antusias mengikuti berbagai lomba yang diadakan.
Meskipun sederhana,tetapi semangat Nasionalisme dan Patriotisme warga Desa Sambak sangat nampak dalam prosesi ini.(skp-fm)


SKP FM Hadirkan Program Khusus Ramadhan

MAGELANG. Tiada bulan yang penuh rahmat selain bulan Ramadhan. Bulan seribu bulan. Bulan di mana setiap amal yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya.

Ramadhan tahun ini, SKP FM menggelar berbagai macam acara dengan nuansa keagamaan. Programnya antara lain menghadirkan kuliah tujuh menit (Kultum) yang diisi oleh siswa-siswi Madrasah Ibtidayah (MI), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Desa Sambak.
Menurut Rofiq, salah satu pengurus SKP FM, program acara kultum ini bertujuan untuk melatih anak-anak berbicara di depan umum. Selain itu, melalui acara ini diharapkan mereka menjadi lebih bersemangat untuk memperdalam pengetahuan agama.
Selain acara kultum, SKP FM juga menggelar dialog interaktif dengan pembicara para guru mengaji (ustadz) yang ada di Desa Sambak. Acara ini berisi dialog tentang agama dan pendengar bisa bertanya kepada ustadz melalui SMS.
Seperti proses penyusunan berbagai program acara sebelumnya, program Ramadhan di atas juga merupakan hasil rembugan (musyawarah) dari berbagai elemen yang ada di Desa Sambak.
“SKP FM memang milik seluruh warga Sambak, jadi setiap keputusan harus dimusyawarahkan dengan seluruh elemen yang ada,” ungkap Ari, salah satu penyiar dan pengurus SKP FM.
Di tengah gencarnya iklan konsumerisme industri media massa, kehadiran radio komunitas memang membawa angin segar tersendiri untuk memberikan benteng kokoh bagi jati diri warga desa.(amr-skpfm).



Menjelang panen, Sawah terkena longsor

Magelang-Rabu malam 08/09/08 terjadi musibah longsor di Dusun Nerangan Desa Mangunrejo Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang. Meskipun tidak menelan korban jiwa,tetapi menimbulkan kerugian materiil yakni sebagian lahan pertanian tertimbun tanah. Lokasi longsor tersebut jaraknya hanya beberapa meter dari jalan yang menghubungkan antara Desa Bumiayu dengan Desa Mangunrejo.

Musibah Longsor ini terjadi karena sore hari sebelumnya diguyur hujan setelah beberapa bulan tidak turun hujan. Longsor juga menyebabkan lahan pertanian tertimbun tanah. Lahan pertanian yang terkena longsor antara lain milik Sopiyah warga dusun nerangan,Prawito warga Dusun Nerangan,Ihwan warga Dusun Nerangan dan suryanto warga dusun sipragak Mangunrejo.

Bahkan menurut Sardi(40),warga dusun bugelan menuturkan” Sejak sore memang diguyur hujan, terus malamnya saya sempat mendengar gemuruh,tapi tidak tahu kalau itu longsor. Baru paginya saya kesawah ternyata longsor” ujarnya.
Wilayah kecamatan kajoran secara geografis memang berbukit-bukit dan banyak tanah yang labil di titik-titik tertentu. Jadi ketika musim penghujan tiba tanah yang tadinya kering dan retak kemudian terisi air sehingga menyebabkan longsor.
Tapi Menurut Suryanto (45) warga dusun sipragak Desa mangunrejo mengungkapkan”Sebenarnya hujannya tidak terlalu deras dibanding waktu-waktu sebelumnya,tapi memang cukup lama turunnya.
Suryanto,ketika ditemui di sawahnya yang juga terkena longsor menyebutkan” Tanah disekitar sini memang labil sehingga menyebabkan longsor”Tambahnya.
Meskipun lokasi longsor dengan pemukiman penduduk tidak terlalu jauh,tapi tidak menimbulkan korban jiwa. Letaknya yang memang dipersawahan membuat longsoran tanah tak terkendali. Longsoran tanah mencapai sekitar 100 meter kebawah. Lahan pertanian yang terkena longsor sebagian besar akan segera dipanen. Tapi apa mau dikata malang tak dapat ditolak,untung tak dapat diraih.(skpfm)